Jumat, 18 Oktober 2019

Mengalah

Metamorfosa angan nanar legam....
Uraikan sebait nyata...
Lirih lirik lantunan suara tanpa nada...
Indah terdengar tanpa telinga...

Rasakanlah oleh mu wahai sang penghayal...
Antarkan nyatanya dalam semuku...
Hanya saja, aku akui, aku mulai memudar...
Mentari pun kurasa mulai bosan melihat ku, tapi yakinlah....
Indahku untuk mu akan selalu ada walau tak berwujud....

note:
puisi yang diterima beberapaa hari yanga lalu
maaf  ...
Risalah Hati
 
Serbuk indah dalam aliran cinta....
Pada hamparan qolbu...
Maka ayat-ayat itu yang terus aku lafalkan...
Agar cintaku tak moksa padamu...

Berat pada saduran hasrat merapat...
Akan gundah yang aku yakini tiada akhir...
Pada cintanya juga pada kerinduan kokoh...
Walau hanya seiris hati...

Pada geliat malam yang jauh...
Terus ku melafal...
Karena patrikan keyakinan kuat...

“Izinkan Aku mencintaimu karena Allah” ...
#dh

Mengalah Metamorfosa angan nanar legam.... Uraikan sebait nyata... Lirih lirik lantunan suara tanpa nada... Indah terdengar tanpa telinga...